September 20, 2010
Delapan Kado Terindah
Aneka 'kado' ini tidak dijual di toko. Anda bisa menghadiahkannya setiap saat, dan tak perlu membeli! Meski begitu, delapan macam 'kado' ini adalah hadiah terindah dan tak ternilai bagi orang-orang yang Anda sayangi.
Kado-kado ini dapat menjadi kado-kado yang berguna bagi kehidupan mikro (keluarga) dan makro (bernegara/bersosialisasi) kita. Semoga.
Kehadiran
Kehadiran orang yang dikasihi rasanya adalah kado yang tak ternilai harganya. Memang kita bisa juga hadir dihadapannya lewat surat, telepon, foto, faks atau e-mail. Namun dengan berada di sampingnya, Anda dan dia dapat berbagi perasaan, perhatian dan kasih sayang secara lebih utuh dan intensif. Dengan demikian, kualitas kehadiran juga penting. Jadikan kehadiran Anda sebagai pembawa kebahagiaan.
Mendengar
Sedikit orang yang mampu memberikan kado ini, sebab, kebanyakan orang lebih suka didengarkan, ketimbang mendengarkan. Sudah lama diketahui bahwa keharmonisan hubungan antar manusia amat ditentukan oleh kesediaan saling mendengarkan. Berikan kado ini untuknya.
Dengan mencurahkan perhatian pada segala ucapannya, secara tak langsung kita juga telah menumbuhkan kesabaran dan kerendahan hati. Untuk bisa. mendengar dengan baik, pastikan Anda dalam keadaan betul-betul relaks dan bisa menangkap utuh apa yang disampaikan. Tatap wajahnya. Tidak perlu menyela, mengkritik, apalagi menghakimi. Biarkan ia menuntaskannya. Ini memudahkan Anda memberi tanggapan yang tepat setelah itu. Tidak harus berupa diskusi atau
penilaian. Sekedar ucapan terima kasihpun akan terdengar manis baginya.
Diam
Seperti kata-kata, di dalam diam juga ada kekuatan. Diam bisa dipakai untuk menghukum, mengusir, atau membingungkan orang. Tapi lebih dari segalanya, diam juga bisa menunjukkan kecintaan kita pada seseorang karena memberinya 'ruang'. Terlebih jika sehari-hari kita sudah terbiasa gemar menasihati, mengatur, mengkritik bahkan mengomeli.
Kebebasan
Mencintai seseorang bukan berarti memberi kita hak penuh untuk memiliki atau mengatur kehidupan orang bersangkutan. Bisakah kita mengaku mencintai seseorang jika kita selalu mengekangnya?
Memberi kebebasan adalah salah satu perwujudan cinta. Makna kebebasan bukanlah: "Kau bebas berbuat semaumu." Lebih dalam dari itu, memberi kebebasan adalah memberinya kepercayaan penuh untuk bertanggung jawab atas segala hal yang ia putuskan atau lakukan.
Keindahan
Siapa tak bahagia, jika orang disayangi tiba-tiba tampil lebih ganteng atau cantik? Tampil indah dan rupawan juga merupakan kado lho! Bahkan tak salah jika Anda mengkadokannya setiap hari!
Selain keindahan penampilan pribadi, Anda pun bisa menghadiahkan keindahan suasana di rumah. Vas dan bunga segar cantik di ruang keluarga atau meja makan yang tertata indah, misalnya.
Tanggapan Positif
Tanpa sadar, sering kita memberikan penilaian negatif terhadap pikiran, sikap atau tindakan orang yang kita sayangi. Seolah-olah tidak ada yang benar dari dirinya dan kebenaran mutlak hanya pada kita. Kali ini, coba hadiahkan tanggapan positif. Nyatakan dengan jelas dan tulus. Cobalah ingat, berapa kali dalam seminggu terakhir Anda mengucapkan terima kasih atas segala hal yang dilakukannya demi Anda.
Ingat-ingat pula, pernahkah Anda memujinya. Kedua hal itu, ucapan terima kasih dan pujian (dan juga permintaan maaf), adalah kado cinta yang sering terlupakan.
Kesediaan Mengalah
Tidak semua masalah layak menjadi bahan pertengkaran. Apalagi sampai menjadi cekcok yang hebat. Semestinya Anda pertimbangkan, apa iya sebuah hubungan cinta dikorbankan jadi berantakan hanya gara-gara persoalan itu?
Bila Anda memikirkan hal ini, berarti Anda siap memberikan kado 'kesediaan mengalah'. Okelah, Anda mungkin kesal atau marah karena dia terlambat datang memenuhi anji. Tapi kalau kejadiannya baru sekali itu, kenapa mesti jadi pemicu pertengkaran yang berlarut-larut? Kesediaan untuk mengalah juga dapat melunturkan sakit hati dan mengajak kita menyadari bahwa tidak ada manusia yang sempurna di dunia ini.
Senyuman
Percaya atau tidak, kekuatan senyuman amat luar biasa. Senyuman, terlebih yang diberikan dengan tulus, bisa menjadi pencair hubungan yang beku, pemberi semangat dalam keputus asaan, pencerah suasana muram, bahkan obat penenang jiwa yang resah. Senyuman juga merupakan isyarat untuk membuka diri dengan dunia sekeliling kita. Kapan terakhir kali Anda menghadiahkan senyuman manis pada orang yang dikasihi?
Oleh: Muh Gusnandar Ismail via fb (Dpp Gema Satuenamlima)
September 19, 2010
Memulai kembali langkah yang Terlupa
Ada dalam benakku untuk melanjutkan. Ada dalam benakku mengakhiri. Selalu pertanyaan dalam hati, mau apa kita di dunia ini?? Selama tidak menemukannya, langkah ini sering gontai. Langkah ini sering tidak menemukan apa saja yang harus dilakukan.
Kutarik kembali nafas secara perlahan. Kemudian tarikan nafas itu sengaja kukeluarkan secara perlahan. Sambil mendengarkan musik, yang aku tau kalau judulnya "Serenade". Dan alhasil, otak yang tadinya memikirkan banyak hal, kembali berfokus pada satu hal. Aku memulai kembali langkah yang terlupa. Langkah yang dulu sangat bersemangat, langkah yang dulu sangat pasti dalam berjalan. Menari, melompat, berputar, dan kadang menendang.
Bismillahirrahmaanirrahiim,,,,
Hanya kalimat ini yang selalu berputar - putar dan mengingatkan. Betapa segalanya bersumber dari 1 dan akan kembali ke yang 1 itu. Pertanyaan demi pertanyaan akan selalu dimunculkan dalam benak, selama hati ini mengorbit pada inti yang sama. Kemudian dalam kehidupan, diwujudkan dalam 7 budi utama yang jika tidak pernah diingatkan, sangat amat berat.
Kejujuran, rasa tanggung jawab, adanya visioner, selalu disiplin, dengan kerja sama, tak lupa adil dan peduli. Inilah langkah - langkah yang terlupa itu. Yang seharusnya ada dalam langkah yang terukur dan tak terukur.
Ya Rabb, kuatkan hati ini,,, untuk selalu berada dalam orbit yang bersumber pada inti yang sama.
Bismillahirrahmaanirrahiim
Niatku berada pada orbitNya. Niatku memantapkan hati yang telah lama jauh. Jauh dari jalan yang selama ini kuketahui menggelisahkan hati.
Kutarik kembali nafas secara perlahan. Kemudian tarikan nafas itu sengaja kukeluarkan secara perlahan. Sambil mendengarkan musik, yang aku tau kalau judulnya "Serenade". Dan alhasil, otak yang tadinya memikirkan banyak hal, kembali berfokus pada satu hal. Aku memulai kembali langkah yang terlupa. Langkah yang dulu sangat bersemangat, langkah yang dulu sangat pasti dalam berjalan. Menari, melompat, berputar, dan kadang menendang.
Bismillahirrahmaanirrahiim,,,,
Hanya kalimat ini yang selalu berputar - putar dan mengingatkan. Betapa segalanya bersumber dari 1 dan akan kembali ke yang 1 itu. Pertanyaan demi pertanyaan akan selalu dimunculkan dalam benak, selama hati ini mengorbit pada inti yang sama. Kemudian dalam kehidupan, diwujudkan dalam 7 budi utama yang jika tidak pernah diingatkan, sangat amat berat.
Kejujuran, rasa tanggung jawab, adanya visioner, selalu disiplin, dengan kerja sama, tak lupa adil dan peduli. Inilah langkah - langkah yang terlupa itu. Yang seharusnya ada dalam langkah yang terukur dan tak terukur.
Ya Rabb, kuatkan hati ini,,, untuk selalu berada dalam orbit yang bersumber pada inti yang sama.
Bismillahirrahmaanirrahiim
Niatku berada pada orbitNya. Niatku memantapkan hati yang telah lama jauh. Jauh dari jalan yang selama ini kuketahui menggelisahkan hati.
January 12, 2009
Wanita Tercantik di Dunia.
Dengan kecantikanmu, engkau lebih indah dari matahari.
Dengan akhlakmu, engkau lebih harum dari aroma minyak misik.
Dengan rendah hatimu, engkau lebih mulia dari bulan.
Dan dengan kelembutan mu engkau lebih lembut dari rintik hujan.
Maka,
Jagalah kecantikanmu dgn keimanan, kerelaanmu dalam menerima apa yang ada dengan senang hati, dan harga dirimu dgn Jilbab.
Ketahuilah,perhiasanmu bukanlah emas atau perak,tetapi dua rakaat menjelang Subuh.
Dahagamu di tengah hari yang panas saat berpuasa, dermamu yang tersembunyi dan hanya diketahui oleh Allah semata, air mata tobat, sujud panjang di atas karpet ibadah dan rasa malumu kpd Allah tatkala tergoda oleh bisikan nista dan ajakan setan.
Kenakanlah pakaian takwa, maka engkau akan menjadi wanita tercantik di dunia, meskipun bajumu terkoyak.
Kenakanlah mantel kesantunan,kendati engkau tak memakai alas kaki.
Agar engkau menjadi Wanita Tercantik di Dunia.
Dengan akhlakmu, engkau lebih harum dari aroma minyak misik.
Dengan rendah hatimu, engkau lebih mulia dari bulan.
Dan dengan kelembutan mu engkau lebih lembut dari rintik hujan.
Maka,
Jagalah kecantikanmu dgn keimanan, kerelaanmu dalam menerima apa yang ada dengan senang hati, dan harga dirimu dgn Jilbab.
Ketahuilah,perhiasanmu bukanlah emas atau perak,tetapi dua rakaat menjelang Subuh.
Dahagamu di tengah hari yang panas saat berpuasa, dermamu yang tersembunyi dan hanya diketahui oleh Allah semata, air mata tobat, sujud panjang di atas karpet ibadah dan rasa malumu kpd Allah tatkala tergoda oleh bisikan nista dan ajakan setan.
Kenakanlah pakaian takwa, maka engkau akan menjadi wanita tercantik di dunia, meskipun bajumu terkoyak.
Kenakanlah mantel kesantunan,kendati engkau tak memakai alas kaki.
Agar engkau menjadi Wanita Tercantik di Dunia.
![]() |
| http://vet-elianoor.deviantart.com/art/Hijab-133165888 |
January 02, 2009
Untuk Istriku lagi.... (kelak)
Bismillahirramaanirrahiim
Berhubung belon ada kurikulumnya neh di sekolahan gimana menjadi bunda yang smart en shalihah (pemerintah belum nyiapin yah?), jadi cari-cari info sendiri deh ya. Tenang! Sini, ane kasih tau bocorannya. Perhatiin baik-baik yaaa:
- Jangan gengsi belajar Islam. Harus, wajib dan kudu tuh! Gimana mau jadi bunda yang shalihah kalo males mengkaji Islam? Karena menjadi bunda yang shalihah dan teladan--baik di keluarga maupun di masyarakat ya kudu mantep keimanannya dalam ngejalanin perintah Allah dan RasulNya. Walaupun nggak ada manusia yang sempurna dan bunda juga manusia jadi jangan putus asa untuk terus belajar Islam. Why? Karena dalam mempelajari Islam yang penting tuh adalah berusaha ngamalin ilmu setelah dapetin teorinya, gitu.
- Pahami kewajiban bunda dalam Islam. Nah, kewajiban bunda adalah sebagai ibu dan pengatur rumah tangga or bahasa kerennya nih ummu wa rabbatul bayt. Menjadi bunda nggak sekadar ngurus rumah tangga aja tapi juga mendidik anak-anaknya plus memberikan yang terbaik untuk keluarga (kayak iklan di mana ya?). Menjadi bunda tuh nggak gampang loh! Bayangin aja, kudu ngurus anak-anak, mendidik mereka, melayani keperluan rumah tangga terus ngatur uang belanja (belum lagi kalo kudu bantu ayah kita untuk cari nafkah alias berkarir) sampe nyiapin menu keluarga yang halal en sehat. Waow! Nah, kalau pun belum jadi bunda udah belajar ngelakuin ini semua pasti deh entar nggak kaget lagi kalo udah berkeluarga. Udah gape sih!
- Jadilah sahabat bagi bunda. Kalo ama bunda rasanya risih buat curhat, ayo mulai sekarang jadikan bundamu sebagai sahabat. Nggak mau kan kalo pas jadi bunda nanti ternyata dijauhin ama sang buah hati karena ngerasa nggak sip kalo temenan ama bunda. Igh.. jangan sampe deh! Kalo selama ini serasa ada jarak yang membentang (ceilee..) antara kita dan bunda, udah seharusnya kita pendekin tuh jarak. Lumerin aja kebekuan sikap antara kita dan dia. Jangan gengsi! So, mulai sekarang jangan malu temenin bunda belanja ke pasar buat keperluan di rumah, bantuin segala kerjaan rumah tangga, saling curhat bareng, shalat fardhu berjamaah, nonton tivi bareng, jalan-kalan bareng. Kebayang kan ramenya? Apa lagi kalo bareng ama orang-orang se-RT, pasti rame dan seru deh! Cuma siapa yang ngongkosin tuh? Hehehe... Nah, kalo dah deket kayak gitu nggak ada lagi tuh Me vs Mom, tapi Me luvs Mom.
- Jangan lupa, peran bunda nggak melulu di dalam rumah loh. Bunda sebagai muslimah juga punya peran penting di publik tuh! Bunda boleh aja berkarir, gaul ama para tetangga juga masyarakat luas, berorganisasi, bahkan terjun dalam medan politik! Yang penting nggak sampe melalaikan tanggung jawabnya ngurus rumah tangga en aktivitas bunda juga jangan sampe ngelanggar aturan ilahi. Diatur-atur aja. Meski yang utama adalah ngurus rumah, Sis!
- Jangan gengsi baca-baca buku or artikel masalah kewanitaan, rumah tangga, anak, kuliner, pendidikan anak usia dini, dll. Pas liburan sekolah boleh tuh buat ambil kursus masak misalnya, ikutan seminar parenting Islami–supaya ngerti gimana ngurus anak dengan benar en baik-, or jadi sukarelawan ngasuh bayi or anak dari sodara, tetangga or temen kita supaya ngerti gimana caranya mengasuh anak. Ikutan hal-hal beginian kan nggak perlu nunggu lulus sekolah? Sebab, justru bakal bikin kita siap buat jadi bunda dan juga bisa buat bekal dalam milih karir yang aman supaya rumah tangga nantinya nggak terlalaikan.
- Sabar. Jadi bunda kudu banyak bersabar. So, latihan deh mulai sekarang gimana supaya bisa jadi bunda yang baik tapi tegas dalam mendidik anak-anak. Jangan ampe deh jadi bunda yang sampe tega menganiaya anaknya. Hiii..syereeem.
Sumber: Dudung.net
December 15, 2008
Outbond di Turi
Subhanallah, gak rugi banged ikud. Jadi tambah mantab njalanin hidup. Bikin tambah akrab ma sodara2Q. T_T (terharu)
Waloupun kacamata meninggalkanku. Katanya, "tuanku, aku mau ikut arus sungai turi y tuanku, terima kasih sudah merawatku dan memakaiku selama ini". Dan aku juga menjawab, "y kacamataku... Hati2 y... moga aku rela dan Ikhalas melepasmu". Hehe, dan kini, cutter-ku lupa aku ambil dari mas Ayuz.
Harus sabar
Harus Semangad
Harus Action
Harus Berbagi
Harus Akidah
Harus Ramah
Subscribe to:
Posts (Atom)
