January 12, 2013

Tiga Inti

Ada tiga hal, ketika kita mati nanti tidak akan terputus. 

Sudah berulang kali kan kita tau apa aja itu. Sebarkan kebaikan, sebarkan kebahagiaan, sebarkan keindahan. Sudah jadi barang lama tapi selalu dibuang buang dalam pemikiran yang dalam. Tak terperikan oleh waktu hingga ia terpanggil lagi. Berulang kali - berulang lagi - dan berulang ulang. Tanpa membawa apa - apa pun pasti sudah ada tas kresek hitam yang berisi penuh. Tapi itu setelah menyerahkan diri pada pemilik segala kekuasaan mutlak.

Bukan rahasia umum lagi, juga buka sebuah elegi yang akhirnya menjadi ragi, hingga terbuang lagi dan lagi. Kesemuanya kan hanya benturan pemikiran yang dingin dan ingin dipahami. Keserakahan akan sebuah makna bukan hal yang buruk jika semakin membuat terpuruk. Tanpa membawa runcing bambu untuk membuka hal tabu. Tapi itu membuatmu semakin memantapkan bahwa kau seorang babu. Lantas berkilah dengan seribu jurus, sekiranya engkau hanya menunggu mampus.

January 04, 2013

Menjadi yang Terbaik


“Be The Best with Practice, setiap pribadi unik dengan potensi terbesar yang dimilikinya”
(Best Practice)


Tuhan sungguh luar biasa, menciptakan manusia begitu sempurna dengan keunikan dan potensi terbesar yang dimilikinya. Semua begitu hebat, tanpa cacat dimata Tuhan. Hanya manusia yang sering memandang dan membedakan sesama manusia. Bila kita perhatikan, sungguh sempurna manusia.

Kita adalah satu dari manusia dan makhluk lainnya di muka bumi ini. Kita bagian kecil bahkan sangat kecil bila dibandingkan bumi dan seluruh isinya. Namun manusia bisa menjadi jauh lebih besar dan berkuasa dari makhluk apa pun dimuka bumi ini dengan semangat dan ide yang dimiliki. Dunia dan seluruh alam semesta berada dalam genggamannya. Potensi yang begitu besar, tetapi tidak bisa dan tidak tahu bagaimana mengembangkannya.

Menjadi yang terbaik adalah masalah waktu dan usaha yang dilakukan. Banyak yang telah berhasil menjadi yang terbaik, juara tenis dunia Maria Sarapova, Rafael Nadhal, pegolf dunia Tiger Wood, juga sang juara olimpiade bulutangkis pertama di dunia Susi Susanti, maestro Bulutangkis Rudy Hartono, dan masih banyak lagi. Mereka mendapatkan kesuksesan dan menjadi yang terbaik, bukan karena duduk manis tanpa melakukan sesuatu. Mereka berjuang dan terus berlatih untuk menjadi yang terbaik.
Ya, mereka menjadi hebat bukan saja di dukung oleh bakat, namun kemauan keras dan banyak berlatih. Mereka tidak dilahirkan tiba-tiba sudah memiliki kemampuan masing-masing, tapi mereka terus berusaha, bersemangat, dan banyak berlatih.

Keunikan dan potensi yang dimiliki setiap manusia tentu saja berbeda, namun bila disadari dan dikembangkan maka akan menjadi potensi yang sangat luar biasa. Apa pun itu, kita harus mengasah dan melatihnya. Keyakinan yang demikian besar, bahwa kesuksesan dan keberhasilan seseorang menjadi yang terbaik adalah karena banyak berlatih dengan baik, metode yang tepat, dan terutama suasana hati yang dapat menerima dengan gembira. Bukan sekedar niat dan keinginan semata, namun kekuatan yang sangat luar biasa benar-benar dalam diri yang di lakukan dalam sebuah aksi.

Cara pikir ini yang dikembangkan oleh Best Practice dalam mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) untuk berubah dan berkembang sesuai dengan keinginan dirinya maupun keinginan orang lain dan lingkungannya. Berbuat dan terus bergerak untuk sebuah perubahan yang lebih baik, tanpa harus meratapi sebuah kegagalan dengan berdiam diri, atau terlena dengan keberhasilan dan kenangan manis dimasa yang lalu. Apalagi bila pikiran dan hati dipenuhi oleh ketakutan-ketakutan yang tidak semestinya.

Salah satu yang dikembangkan oleh Best Practice adalah dunia penulisan. Siapa pun anda dan apa pun anda, anak-anak maupun dewasa, pria dan wanita, suku bangsa apa pun, apakah merasa memiliki bakat maupun tidak, sudah biasa menulis maupun tidak pernah. Best Practice berhasil mengubahnya, dengan metode yang dikembangkan, dan teknik penyampaian yang menyenangkan, maka anda dapat menjadi penulis. Hal ini sudah teruji dan terbukti dalam banyak workshop yang diadakan, baik oleh masyarakat umum maupun dunia akademisi.

Begitu mudahkah mengubah seseorang untuk menjadi penulis? Ya, karena manusia unik dengan potensi terbesar yang dimilikinya. Diperlukan kerja sama yang baik antara diri kita dan keterampilan menulis yang diajarkan atau dipelajari. Kesabaran yang tinggi terhadap perubahan kebiasaan yang kita lakukan. Lakukan negosiasi dan kesepakatan terhadap diri bahwa cara menulis kita selama ini ada yang perlu diperbaiki dan dilakukan perbaikan. Kita harus bisa menerima dan mengizinkan metode menulis yang baru masuk kedalam diri kita dengan fun, dan bukan keterpaksaan.

Apa yang membuat kita tidak berhasil mengubah cara menulis dengan metode yang baru? Karena kita tidak mengizinkan dengan fun metode baru itu masuk kedalam diri kita. Kita tidak sabar dan sungguh-sungguh menerimanya. Seperti halnya sesuatu yang baru, perlu adanya adaptasi dan penyesuaian. Salah satu contoh adalah bagaimana kita berhitung dengan angka 3 dan kelipatannya tidak boleh disebut, awalnya sulit untuk dilakukan. Namun bila berulang-ulang dengan penuh kesadaran dan konsentrasi, maka dengan mudah kita melakukannya.

Cara pandang Best Practice inilah yang memungkinkan seseorang berkembang dan mengembakan diri, Siapa pun akan menjadi yang terbaik dibidangnya dan lingkungannya masing-masing, minimal menjadi yang terbaik bagi dirinya sendiri, “Be The Best with Practice”, Best Practice.

December 13, 2012

Tiga Cara Bersyukur


''Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.'' (QS An-Nahl [16]:18).

Bersyukur merupakan salah satu kewajiban setiap orang kepada Allah. Begitu wajibnya bersyukur, Nabi Muhammad yang jelas-jelas dijamin masuk surga, masih menyempatkan diri bersyukur kepada Allah. Dalam sebuah hadis disebutkan, Nabi selalu menunaikan shalat tahajud, memohon maghfirah dan bermunajat kepada-Nya. Seusai shalat, Nabi berdoa kepada Allah hingga shalat Subuh.

Bersyukur merupakan salah satu ibadah mulia kepada Allah yang mudah dilaksanakan, tidak banyak memerlukan tenaga dan pikiran. Bersyukur atas nikmat Allah berarti berterima kasih kepada Allah karena kemurahan-Nya. Dengan kata lain, bersyukur berarti mengingat Allah yang Mahakaya, Maha Pengasih, Maha Penyayang, dan Maha Penyantun.

Para ulama mengemukakan tiga cara bersyukur kepada Allah. Pertama, bersyukur dengan hati nurani. Kata hati alias nurani selalu benar dan jujur. Untuk itu, orang yang bersyukur dengan hati nuraninya sebenarnya tidak akan pernah mengingkari banyaknya nikmat Allah. Dengan detak hati yang paling dalam, kita sebenarnya mampu menyadari seluruh nikmat yang kita peroleh setiap detik hidup kita tidak lain berasal dari Allah. Hanya Allahlah yang mampu menganugerahkan nikmat-Nya.

Kedua, bersyukur dengan ucapan. Lidahlah yang biasa melafalkan kata-kata. Ungkapan yang paling baik untuk menyatakan syukur kita kepada Allah adalah hamdalah. Dalam sebuah hadis, Rasulullah bersabda, ''Barangsiapa mengucapkan subhana Allah, maka baginya 10 kebaikan. Barangsiapa membaca la ilaha illa Allah, maka baginya 20 kebaikan. Dan, barangsiapa membaca alhamdu li Allah, maka baginya 30 kebaikan.''

Ketiga, bersyukur dengan perbuatan, yang biasanya dilakukan anggota tubuh. Tubuh yang diberikan Allah kepada manusia sebaiknya dipergunakan untuk hal-hal yang positif. Menurut Imam al-Ghazali, ada tujuh anggota tubuh yang harus dimaksimalkan untuk bersyukur. Antara lain, mata, telinga, lidah, tangan, perut, kemaluan, dan kaki. Seluruh anggota ini diciptakan Allah sebagai nikmat-Nya untuk kita. Lidah, misalnya, hanya untuk mengeluarkan kata-kata yang baik, berzikir, dan mengungkapkan nikmat yang kita rasakan. Allah berfirman, ''Dan terhadap nikmat Tuhanmu, hendaklah kamu menyebut-nyebutnya (dengan bersyukur).'' (QS Aldhuha [93]: 11).

(Idris Thaha , Hikmah, Republika) 

December 12, 2012

Hello World

Seperti menyediakan kembali waktu untuk mengurutkan segala prioritas. Jika dibanding dengan sebelum - sebelumnya aku lebih bisa berani mengemukakan segala uneg - uneg yang aku rasakan.

Sama seperti desain, dulu aku termasuk di antaranya yang susah mengaplikasikan apa yang ada di benak, apa yang ada di pikiran. Seiring berjalannya waktu, walau pencapaian 10.000 jam yang sedang di-program-kan sebagai salah satu cara menjadi spesialisasi. Sudah mulai keliatan kalau memang latian - latihan - dan latihan itu memang penting.

Selama aku masih mau untuk belajar dan memilih untuk berada dalam perjalanan yang aku tentukan sendiri, sampai aku menemukan sendiri Grand Design hidupku atau yang pak Farid Poniman Karpet merahku. Semuanya tidak akan sia - sia.

December 01, 2012

Lendabook!


Kami memiliki keprihatinan terhadap rendahnya budaya membaca di sebagian besar masyarakat Indonesia (terutama anak muda). Sebuah data menyebutkan 3-5 jam per hari dihabiskan oleh orang Indonesia, khususnya anak muda, untuk menonton televisi. Sebagian kalangan mengatakan bangsa Indonesia telah melompat ke budaya menonton sebelum memiliki budaya membaca yang kuat. Hal ini membuat para penonton Indonesia menerima bulat-bulat apa saja yang ditayangkan tanpa bisa menilai apakah tayangan tersebut baik atau tidak sehingga terbentuklah golongan yang biasa disebut dengan illiterate audience. Solusi terbaik untuk mengatasi dampak negatif dari budaya menonton yang tinggi adalah dengan meningkatkan kembali budaya membaca (Fuadi, 2011).

Di sisi lain, buku-buku yang biasa kita beli dan selesai dibaca, biasanya akan bertumpuk di lemari rumah dan tidak dibaca kembali. Buku-buku tersebut pada akhirnya akan menganggur tidak terpakai. Padahal, sebuah buku hanya akan memberikan manfaat dengan cara dibaca. Oleh karena itu, agar buku-buku tersebut dapat terus-menerus memberikan manfaat, kami berinisiatif untuk meminjamkannya kepada siapapun yang memang berminat untuk membacanya secara cuma-cuma. Agar nilai manfaat sebuah buku tetap ada. Agar mereka yang memiliki kendala dalam mengakses buku bisa ikut terbantu. Kami pun optimis bahwa ada begitu banyak orang di luar sana yang berpikiran sama seperti kami sehingga kami mencoba memfasilitasi hal ini. Solusi yang kami tawarkan adalah dengan membuat sebuah situs jejaring sosial yang berbasis peminjaman buku! Instead of facebook, we bring to you: Lendabook!


INILAH IDE KAMI:
Lendabook adalah sebuah situs jejaring sosial berbasis peminjaman buku, di mana setiap orang di mana pun ia berada bisa terfasilitasi saling pinjam-meminjamkan buku yang mereka miliki. Pada akhirnya, lendabook nantinya akan menjadi sebuah perpustakaan digital raksasa yang tersebar di berbagai daerah di tanah air dengan koleksi buku yang beragam. Dengan semakin mudahnya akses terhadap buku dan semakin meningkatnya nilai manfaat sebuah buku melalui keberadaan lendabook, budaya membaca pun perlahan tapi pasti akan meningkat.

Lendabook pada awalnya hanya person to person. Karena mendapat sambutan yang bagus dari penyuka baca maka muncullah ide agar Lendabook dapat lebih mempermudah mereka bertemu dengan buku yang ingin mereka baca. 20 Mei 2012 Lendabook pertama kali di akses oleh masyarakat umum melalui satu web khusus tetapi masih dalam versi beta (http://beta.lendabook.co) sampai saat ini. Sekarang member Lendabook sudah lebih dari 800 orang dari berbagai daerah di Indonesia dan beberapa dari luar negeri.

Penggunaan Dana :
Saat ini kami hanya menggunakan share hosting untuk servernya. Dana yang terkumpul akan digunakan untuk pengadaan server dan untuk membayar biaya colocation server selama 5 tahun. Dana juga akan digunakan untuk perlengkapan kantor, pengadaan buku, dan biaya operasional kantor.

Anggota Tim :
  • Ahmad Syarif Afandi (CEO Lendabook)
  • Yunus Kuntawiaji (Manajer Komunitas Lendabook)
  • Iis Syifauarrahmah (Keuangan)
  • Dityo P. Yuwono (Technical Support Lendabook)
  • Sendy Aditya Suryana (Quality Assurance Lendabook)
  • Karina Ayu Pradita (Marketing Lendabook)
  • Arib Agus Wibowo (Marketing Lendabook)
  • Didi Nur Kartiyono (Programmer Lendabook)
  • Fahrizal Surya (Programmer Lendabook)
  • Novita Praci Putri (Admin Twitter Lendabook)
  • Siska R. Anggraeni (Admin Twitter Lendabook)
  • Paul Adi (Designer Lendabook)